Senin, 02 Februari 2026

Banjir Pasaman Barat Makin Parah: Pemuda & Mahasiswa Tuding Ada Mafia Tambang - Illegal Logging yang Dibiarkan

Banjir Pasaman Barat Makin Parah: Pemuda & Mahasiswa Tuding Ada Mafia Tambang - Illegal Logging yang Dibiarkan
Mohamad Arsyad Aktifis Lingkungan Hidup

Pasaman Barat — Banjir besar kembali merendam Kabupaten Pasaman Barat hari ini. Namun bagi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Peduli Pasaman Barat, bencana ini bukan lagi sekadar akibat curah hujan tinggi—melainkan hasil dari keserakahan manusia, pembiaran sistemik, dan lemahnya penegakan hukum.

Menurut Mohamad Arsyad selaku perwakilan gerakan, banjir kali ini adalah bencana ekologis yang dibuat oleh tangan manusia, bukan fenomena alam semata.

Mafia Tambang & Illegal Logging Dituding Jadi Aktor Utama

Arsyad menegaskan bahwa penebangan liar, perusakan hutan, dan pertambangan emas ilegal sudah berlangsung terang-terangan bertahun-tahun di Pasaman Barat. Para mafia tambang dan kayu meraup keuntungan besar, sementara masyarakat kecil menanggung dampak berupa banjir, longsor, hingga rusaknya daerah aliran sungai.

“Selama aktor-aktor ini bebas berkeliaran, Pasaman Barat akan terus tenggelam,” tegasnya.

Pemerintah Daerah & APH Dinilai Apatis

Gerakan ini menuding pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), dan lembaga terkait justru menutup mata terhadap kejahatan lingkungan.

Tidak ada penindakan terhadap tambang emas ilegal

Tidak ada operasi serius memberantas penebangan liar

Tidak ada penangkapan aktor besar yang membeking kegiatan ilegal

Pembiaran ini, kata Arsyad, memperkuat dugaan publik bahwa ada hubungan kepentingan antara oknum penegak hukum, pejabat, dan pelaku perusakan hutan.

Banjir Berulang: Tanda Kegagalan Mengelola Lingkungan

Arsyad menyebut bahwa setiap tahun banjir berulang, namun tidak pernah ada keberanian pemerintah menuntaskan akar persoalan.

“Pemerintah hanya sibuk bagi-bagi bantuan setelah bencana terjadi. Namun siapa yang merusak hulu sungai? Siapa yang merampas hutan? Tidak pernah disentuh,” ujarnya.

Ia menilai kondisi saat ini bukan lagi kelalaian, tapi kegagalan fatal tata kelola lingkungan.

Pernyataan Sikap Resmi

Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Peduli Pasaman Barat mendesak:

1. Hentikan dan tindak tegas seluruh operasi illegal logging dan tambang emas ilegal.

2. Periksa oknum-oknum yang diduga membeking mafia kayu dan tambang.

3. Lakukan pemulihan lingkungan secara nyata, bukan seremonial.

4. APH harus menindak secara transparan, menyentuh aktor besar, bukan hanya pekerja lapangan.

5. Buka data penegakan hukum dan akhiri praktik pembiaran.

Pasaman Barat Sedang Dalam Bahaya”

Arsyad memperingatkan bahwa banjir hari ini adalah sinyal keras bahwa Pasaman Barat sedang memasuki fase kehancuran ekologis. Jika pemerintah terus tutup mata, bencana yang lebih besar bukan hanya mungkin tetapi pasti terjadi.

“Kami tidak akan diam. Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Pasaman Barat akan terus berada di garis depan, mengawal penegakan hukum dan menyuarakan kepentingan rakyat.”***Rls

#Bajir Pasaman Barat