Senin, 02 Februari 2026

Guncang Riau! Alumni UIN Suska Gerah, Bentuk Tim Pencari Fakta Bongkar Misteri OTT PUPR yang Seret Gubernur

Guncang Riau! Alumni UIN Suska Gerah, Bentuk Tim Pencari Fakta Bongkar Misteri OTT PUPR yang Seret Gubernur

REALISTIS.CO —PEKANBARU,  Gelombang reaksi muncul pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas PUPR-PKPP Riau yang menyeret Gubernur Riau sekaligus Ketua Umum PP IKA UIN Suska Riau, Abdul Wahid (AW). Tak mau hanya jadi penonton, sejumlah alumni UIN Suska Riau kini turun tangan — membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik drama politik dan hukum yang mengguncang Riau.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah kafe di Pekanbaru, Rabu (5/11/2025), menjadi titik awal gerakan itu. Suasana panas, diskusi penuh kecurigaan terhadap informasi simpang siur yang beredar sejak OTT berlangsung hingga penetapan tersangka oleh KPK.

 “Kami melihat banyak hal yang tidak sinkron. Ada kejanggalan dari awal penangkapan sampai pemberitaan yang beredar. Kami tidak sedang membenarkan korupsi, tapi kami menolak ketidakadilan,”tegas Rinaldi, S.Sos., S.H., yang dipercaya memimpin TPF OTT PUPR Riau.

Menurut Rinaldi, tim ini akan bekerja independen, mengumpulkan data, menelusuri kronologi, dan membandingkan fakta lapangan dengan narasi yang berkembang di media. Tak hanya itu, TPF juga akan merekomendasikan advokat-advokat yang siap mendampingi Abdul Wahid, baik kepada keluarga maupun partai politik yang menaunginya, PKB.

 “Beberapa advokat sudah mengajukan diri. Mereka juga melihat ada kejanggalan di lapangan. Ini bukan sekadar kasus hukum, tapi bisa jadi ada tarikan politik di baliknya,” tambah Rinaldi.

Nada serupa disampaikan Mahbuh Hamda, S.Ag., aktivis 98 yang ikut dalam rapat tersebut. Ia menyebut langkah TPF bukan pembelaan membabi buta, tapi bentuk perlawanan terhadap dugaan ketimpangan hukum yang sering kali menimpa tokoh daerah.

“Kami dorong pra peradilan agar proses ini transparan. Jangan sampai hukum dijadikan alat gebuk politik. Semua harus setara di depan hukum,” tegas Mahbuh.

Gerakan TPF ini menambah babak baru dalam polemik OTT yang menjerat orang nomor satu di Riau itu. Di tengah opini publik yang terbelah, muncul pertanyaan besar: apakah penangkapan ini murni penegakan hukum, atau ada aroma politik yang menyelimuti?***MDn

#gubernur riau #OTT KPK #UIN Riau