Kuantan Singingi — Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah KKPA Petai, Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir kembali menjadi sorotan keras dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu Riau (APMBR). Ketua APMBR, Muhammad Arsyad, menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bukti nyata gagalnya aparat penegak hukum, khususnya Kapolsek dan Kapolres Kuantan Singingi, dalam menjaga marwah penegakan hukum di daerah itu.
Dalam beberapa pemberitaan media lokal, aktivitas PETI yang diduga dikuasai oleh kelompok tertentu bahkan disebut menggurita, beroperasi terang-terangan, dan seolah tidak tersentuh hukum sedikit pun.
Arsyad menyebut situasi ini sebagai “tamparan keras bagi institusi kepolisian di Kuansing”, karena hingga hari ini tidak ada tindakan tegas, padahal kerusakan lingkungan terus terjadi dan keresahan masyarakat semakin meluas.
“PETI di Petai bukan lagi sekadar aktivitas ilegal, tetapi sudah menjadi simbol kebobrokan penegakan hukum. Kapolsek dan Kapolres Kuansing gagal total! Jika mereka tidak mampu menertibkan PETI seluas itu, maka mereka harus dievaluasi,” tegas Muhammad Arsyad.
APMBR menilai bahwa pembiaran terhadap aktivitas PETI tersebut telah membuka ruang munculnya dugaan adanya kekuatan besar yang memback-up operasi ilegal tersebut. Arsyad menyebut, sangat tidak masuk akal bila aktivitas dengan skala besar, mesin beroperasi siang–malam, serta mobilitas alat dan logistik yang tinggi tidak terdeteksi oleh aparat.
“Kami mempertanyakan: siapa yang dilindungi? Kenapa PETI itu seakan-akan kebal hukum? Jangan-jangan ada oknum yang menikmati,” tambah Arsyad.
APMBR menegaskan empat poin sikap keras:
Kapolsek Singingi Hilir dan Kapolres Kuansing harus bertanggung jawab penuh atas maraknya PETI di Petai yang tidak kunjung ditertibkan.
Kapolda Riau diminta segera turun tangan, melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran Polres Kuansing.
APMBR mendesak penertiban total dan permanen, bukan operasi seremonial yang tidak memberi efek jera.
Bila dalam waktu dekat tidak ada respon dan tindakan konkret, APMBR akan menggelar aksi besar-besaran di Polda Riau.
Arsyad menutup pernyataannya dengan nada keras:
“Kami tidak akan diam. Jika aparat penegak hukum tidak sanggup memberantas PETI di Petai, maka jangan salahkan kami apabila mahasiswa dan pemuda turun mengawal persoalan ini sampai tuntas!”***Rls
#Kuantan Singingi #Peti